Konsep: Menjelaskan prinsip sesi melalui satu contoh dan satu pembanding.
Keputusan visual: Pilihan bentuk, susunan, warna atau gerak mendukung tujuan dan audiens.
Teknik: Sumber dapat direvisi, aset tersedia dan ekspor berfungsi pada ukuran/durasi penggunaan.
Proses: Ada alternatif, masukan serta revisi dengan alasan; bantuan dicatat.
Catat perlu contoh langsung / mampu dengan petunjuk / mandiri untuk setiap aspek. Karya sederhana dapat berhasil; kemiripan dengan gambar AI tidak menentukan nilai.
3D Model untuk SMP, SMA. Pemula dan Lanjutan merupakan dua program terpisah, masing-masing 32 sesi × 1 jam. Jenjang sekolah menentukan bahasa dan batas tugas; kemampuan awal menentukan program.
Status: draf operasional. Contoh berupa ilustrasi konsep dan resep pengerjaan. Berkas proyek asli aplikasi belum dirakit atau diuji pada perangkat kelas. Mentor perlu mencoba resep, menyesuaikan tempo, dan mencatat hasil uji sebelum mengajar.
Panduan sesi
Target, demo, praktik, pemeriksaan, dukungan, dan bukti setiap pertemuan.
Menguasai navigasi serta penyimpanan Blender, membangun model dasar, menjelaskan pengaruh cahaya, dan membuat animasi transform pendek dengan sumber yang dapat direvisi. Langkah Pertama di Blender → Robot dari Bentuk Dasar → Studio Cahaya Mini → Kotak Bergerak
Mengaudit fondasi secara terarah, mengelola UV serta tekstur, membangun jaringan shader sederhana, dan merancang kios serta diorama isometrik dengan skala, material, dan cahaya yang konsisten. Peti dengan Tekstur Sendiri → Material Procedural Sederhana → Kios Isometrik → Sudut Taman Isometrik
SMA
Menguasai fondasi modeling, kamera, lighting serta material/UV sederhana melalui aset yang dipakai kembali; mengenali animasi transform. Sculpt adalah eksplorasi opsional setelah fondasi stabil. Studio Objek Pertama → Prop dengan Tekstur Terencana → Makhluk Stylized: Bentuk Dasar → Material dan Gerak Pendek
Mengintegrasikan modeling serta sculpting terarah, shader dan tekstur yang dapat direvisi, penyiapan aset untuk shot, serta compositing menjadi video VFX kamera diam dengan bukti proses dan uji keluaran. Prop Hero: Modeling dan Sculpting → Material Hero Berbasis Node → Aset 3D Siap Shot VFX → Shot VFX: Objek di Dunia Nyata
Setiap program berisi 32 sesi × 1 jam dan empat proyek. Quick recap Lanjutan dibatasi dua sesi audit serta penguatan terarah. SMP memakai Shader Nodes sederhana menuju desain isometrik. SMA Pemula memadukan onboarding, modeling, dan lighting sebelum tekstur, sculpt, lalu node serta animasi. SMA Lanjutan mengembangkan prop hero, material, aset shot, dan video VFX kamera diam 3–5 detik. Node material berbeda fungsi dari Compositor untuk menggabungkan plate dan render.
Isi paket
4 jalur jenjang/program · 128 rancangan sesi · 16 lembar proyek dan contoh. SMP Pemula belajar onboarding, modeling, lighting, serta animasi pendek. SMP Lanjutan mengaudit fondasi, mempelajari UV texture dan Shader Nodes, lalu membuat kios serta diorama isometrik. SMA Pemula mempelajari modeling + lighting, tekstur, sculpt, serta node + animasi. SMA Lanjutan mengintegrasikan modeling + sculpt, node + tekstur, aset VFX, serta video kamera diam 3–5 detik. Setiap program memiliki empat proyek dan 32 sesi tersendiri.
Persiapan mentor
SMP: Siapkan Blender versi yang diuji pada perangkat kelas; catat versi, renderer, serta waktu render uji kecil. Gunakan mouse atau emulasi navigasi yang sesuai. Uji simpan-buka .blend dan PNG; simpan tekstur serta keluaran pada folder terpisah. Untuk animasi, uji timeline dan render urutan PNG; untuk VFX siapkan plate kamera diam, Compositor, Video Sequencer, serta uji ekspor video pendek sebelum kelas. SMA: Siapkan Blender versi yang diuji pada perangkat kelas; catat versi, renderer, serta waktu render uji kecil. Gunakan mouse atau emulasi navigasi yang sesuai. Uji simpan-buka .blend dan PNG; simpan tekstur serta keluaran pada folder terpisah. Untuk animasi, uji timeline dan render urutan PNG; untuk VFX siapkan plate kamera diam, Compositor, Video Sequencer, serta uji ekspor video pendek sebelum kelas.
Lakukan tugas penempatan pada salinan latihan; nilai kemampuan dan bentuk bantuan, bukan umur saja.
Baca satu proyek penuh, rakit resep, lalu jalankan pemeriksaan hasil pada perangkat kelas.
Siapkan berkas awal, contoh hasil, satu salinan bermasalah, serta tempat menyimpan bukti per siswa.
Catat versi aplikasi, hasil uji, waktu yang dibutuhkan, dan penyesuaian target.
Sesudah sesi, simpan sumber proyek dan bukti perkembangan; revisi urutan bila siswa perlu latihan tambahan.
Jalur yang tersedia
SMP · Pemula
32 sesi · 4 proyek
32 sesi × 1 jam per program; empat proyek × delapan sesi. Empat proyek: onboarding tool, basic modeling, lighting, lalu simple animation. Batasi 3–6 objek, model low-poly, dan animasi transform 2–3 detik tanpa rig.
32 sesi × 1 jam per program; empat proyek × delapan sesi. Quick recap pada dua sesi pertama, lalu tekstur UV dan gambar sendiri, Shader Nodes sederhana, kios isometrik, serta diorama 3–5 aset. Gunakan kamera Orthographic berorientasi isometrik; tidak memakai Geometry Nodes atau simulasi.
32 sesi × 1 jam; empat proyek kecil yang saling melanjutkan. Modeling, proporsi, siluet, material, kamera dan lighting menjadi inti. Gunakan kembali objek untuk UV, cahaya dan gerak. Sculpting bukan syarat kelulusan.
32 sesi × 1 jam per program; empat proyek × delapan sesi. Quick recap pada dua sesi pertama. Empat proyek: modeling + sculpting prop hero, node + texturing, aset untuk shot VFX, lalu video integrasi kamera diam 3–5 detik. Proyek ketiga dan keempat berkelanjutan memakai aset milik siswa. Tidak mencakup simulasi berat, karakter ber-rig, atau camera solve sebagai syarat kelulusan.